Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang Gemuk Sering Makan Lebih Banyak saat Stres, Ini Penyebabnya

Chindy Aprilia , Jurnalis-Rabu, 11 Oktober 2023 |12:24 WIB
    Orang Gemuk Sering Makan Lebih Banyak saat Stres, Ini Penyebabnya
Orang makan lebih banyak saat stres. (Foto: Freepik)
A
A
A

PUNYA segudang aktivitas yang padat terkadang membuat sebagian masyarakat merasa stres dibuatnya. Tuntutan pekerjaan yang banyak, ditambah dengan istirahat yang kurang membuat kondisi fisik dan mental semakin tidak karuan.

Perawat sekaligus Healthy Lifestyle Educator, Rizal Do menjelaskan, ada salah satu studi Yau dan Potenza (2013) kondisi seperti ini dapat menimbulkan efek.

 junk food

“Jadi, stres tuh reaksi tubuh saat ada hal yang bikin kita keganggu baik fisik maupun psikis. Misal stres karena sakit atau stres karena masalah sosial, seperti putus cinta, beban kerja, berduka, dan lain-lain,” kata Rizal Do, dikutip dalam akun X miliknya @afrkml.

Stres yang timbul sesekali dan tidak berlangsung lama kemungkinan tidak akan menimbulkan efek yang signifikan. Akan tetapi jika stres yang timbul berlarut-larut ditambah justry hal itu yang menjadi bahaya.

 BACA JUGA:

Menurutnya, stres dapat berpengaruh terjadap pola makan seseorang. Kebiasaan makan yang bisa saja berubah karena adanya faktor stres, dinamakan dengan istilah hiperfagia jika makannya menjadi banyak, dan hipofagia jika makannya malah berkurang, namun dalam hal ini tidak menutup kemungkinan juga bahwa seseorang tetap makan seperti biasa.

“Ini agak rumit soalnya tiap orang beda-beda. Tapi, banyak penelitian yang nunjukin kalau saat stress, kita cenderung milih makanan yang enak-enak, seperti makanan manis atau berlemak,” ucapnya.

Selain itu, Individu yang mempunyai berat badan lebih, biasanya akan sering makan lebih banyak saat mereka sedang stres. Sehingga, stres dapat membuat pola makan seseorang jadi berantakan, apalagi kalau sudah punya kecenderungan untuk makan berlebih.

 BACA JUGA:

Maka dari itu, Rizal Do menyarankan untuk kontrol diri dan makan secara sadar diperlukan. Karena penelitian juga ada yang mengatakan ada seseorang yang dengan sengaja mengontrol asupan makanannya, biasanya dengan tujuan untuk menurunkan berat badan.

“Nah, masalahnya, saat mereka stres, kontrol diri tersebut bisa 'kendor' dan malah makan lebih banyak,” tutur Rizal Do.

Berbeda lagi dengan seseorang yang “emotional eater". Mereka biasanya akan makan berdasarkan perasaan mereka. Misalnya, kalau lagi sedih atau kecewa, mereka mungkin makan lebih banyak untuk tujuan menghibur diri, atau biasanya memilih makanan cenderung pedas untuk membalaskan dendamnya.

Sekilas, memang hubungan stres dan pola makan memang ada. Terutama pada manusia yang memiliki peran besar dalam menentukan pilihannya

“Namun, bisa memahami hubungan juga dapat membantu kita untuk ngontrol diri dengan lebih baik saat menghadapi stres,” katanya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement