Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Kentut Bisa Deteksi Kesehatan Tubuh? Ini Faktanya

Hafid Fuad , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2023 |07:03 WIB
Benarkah Kentut Bisa Deteksi Kesehatan Tubuh? Ini Faktanya
Ilustrasi untuk kentut sebagai alat deteksi kesehatan tubuh (Foto: Healthline)
A
A
A

Kontraksi otot usus besar bisa jadi lebih kuat atau berlangsung lebih lama. Hal ini yang dapat menyebabkan gejala seperti gas, kembung, kentut, dan diare.

Sebaliknya kontraksi otot juga bisa melemah, membuat perlambatan pergerakan usus dan menyebabkan sembelit.

Jika mengalami kentut berkali-kali, tapi tidak berbau, boleh jadi pengaruh makanan nabati seperti kacang, lentil, asparagus, dan pisang hijau yang telah kamu konsumsi.

Makanan-makanan ini menghasilkan gas di dalam pencernaan. Namun kacang-kacangan mengandung prebiotik, yang bekerja memberi makan bakteri sehat dalam usus.

Kalau kentut beruntun disertai bau, mungkin saja terjadi intoleransi makanan, yakni kondisi ketika tubuh kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan dengan baik. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi laktosa (susu) dan gluten (gandum).

Beda lagi dengan kentut yang berbau sangat busuk disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di jalur pencernaan.

Jika mengalami kentut yang berbau busuk terus menerus dan mengalami gejala tambahan seperti penurunan berat badan, kembung, mual, kelelahan, atau pendarahan, harus segera periksakan diri ke dokter.

Pasalnya, kondisi tersebut bisa menandakan malabsorpsi, gejala yang sering menandai penyakit Celiac, penyakit Crohn atau pertumbuhan bakteri usus kecil secara berlebihan.

(Hafid Fuad)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement