Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingat, Pentingnya Melestarikan Budaya Leluhur di Tengah Era Globalisasi!

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2023 |19:20 WIB
Ingat, Pentingnya Melestarikan Budaya Leluhur di Tengah Era Globalisasi!
G.K.R. Ayu Koes Indriyah. (Youtube Partai Perindo)
A
A
A

ERA globalisasi tentu mendorong banyak orang mengikuti pola hidup yang lebih modern. Masyarakat cenderung memilih kebudayaan baru yang lebih praktis, tapi terkadang meninggalkan budaya leluhur dan nilai-nilai lokal yang jadi jati diri bangsa. Ketergantungan terhadap teknologi seperti gadget jadi salah satunya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh bakal calon legestalif DPR RI Dapil Jawa Tengah V Partai Perindo, G.K.R. Ayu Koes Indriyah dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Melestarikan Kebudayaan di Era Globalisasi, saatnya Menjadi Tuan di Negeri Sendiri' yang tayang langsung di akun YouTube Partai Perindo, Kamis (5/10/2023).

Ayu juga menyebut, salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan di masa sekarang adalah kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaannya sendiri.

 BACA JUGA:

“Kalau saya melihat ya anak-anak muda sekarang ini lagi menggandrungi hal-hal yang bersifat global, dan itu terkait dengan HP atau gadgetnya atau ya digitalisasi,” ujar Ayu.

“Sehingga mereka lebih banyak bermain di dalam gadgetnya, dan kurang tertarik untuk mempelajari hal-hal yang bersifat tradisional yang itu sudah diwariskan turun-temurun oleh para sesepupuh kita, leluhur kita,” sambungnya.

 

Ayu juga menilai, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa melestarikan budaya cukup dilakukan oleh para institusi hingga para praktisi kebudayaan saja.

 BACA JUGA:

Padahal, agar tetap eksis di tengah gempuran era globalisasi, peran masyarakat juga dibutuhkan demi pelestarian kebudayaan Tanah Air.

“Mereka berpikir bahwa sudah selesai di situ. Cukup mereka yang melakukan Institut itu dan anak-anak yang masuk ke dalam sekolahan seni itu yang berkewajiban untuk melestarikan,” ungkapnya.

“Mereka tidak berpikiran bahwa masyarakat luar pun harus ikut melestarikan. Kalau tidak ada itu, pemerintah bekerja apapun, memberi subsidi atau memberi fasilitas apapun tidak bisa terlaksana pelestarian budaya itu,” katanya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement