BERAPA tinggi kolesterol yang berbahaya? Simak jawaban ahlinya yang dijelaskan pada artikel berikut. Kadar kolesterol tinggi dalam darah dapat memicu berbagai penyakit, salah satunya penyakit kardiovaskular atau masalah pada jantung, stroke, bahkan diabetes.
Lantas, berapa tinggi kolesterol yang berbahaya? Mari simak penjelasan dr. Soeradji Tirtonegoro dikutip dari laman yankes.kemkes.go.id.
Berapa Tinggi Kolesterol yang Berbahaya?

Dr. Soeradji menjelaskan, kolesterol terbagi ke dalam dua jenis, yakni kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol baik atau HDL mampu menyerap kolesterol dan membawanya kembali ke dalam organ hati, kemudian membuangnya keluar dari tubuh.
Sementara, kolesterol jahat dapat menumpuk di dinding pembuluh darah yang dapat menyumbat dan menghambat peredaran darah, serta meningkatkan sejumlah risiko penyakit, seperti serangan jantung hingga stroke.
BACA JUGA:
LDL atau kadar kolesterol jahat dianggap tinggi jika berada di kisaran 130-159 mg/dL dan sangat tinggi di atas 160 mg/dL. Sementara HDL atau kolesterol baik dianggap buruk jika berada di bawah 40 mg/dL.
Sedangkan batas tinggi kolesterol berkisar 200-239 mg/dL dan sangat tinggi jika di atas 240 mg/dL dan dapat berbahaya bagi tubuh. Kadar kolesterol ini bisa diketahui dengan melakukan tes darah yang kamu bisa lakukan di klinik terdekat, dan ada banyak juga dijual alat tes darah yang biaa digunakan di rumah.
BACA JUGA:
Oleh karena itu, orang dengan kadar kolesterol tinggi harus mulai mengatur pola makannya agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung dan stroke. Salah satu caranya yakni dengan mengonsumsi makanan penurun kolesterol.
Makanan penurun kolesterol bisa berupa makanan dengan kandungan Low-Density Lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat yang rendah. Namun bisa juga makanan yang punya kandungan High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang lebih tinggi.
Adapun makanan yang dapat menurunkan kadar kolesterol di antaranya sayuran hijau, kacang-kacangan, pisang, oat, teh hitam, susu kedelai, wortel, terong, okra, dan lobak.
Selain pola makan, gaya hidup juga perlu diperbaiki untuk mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah, dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
Demikianlah informasi dan penjelasan mengenai berapa tinggi kolesterol yang berbahaya, semoga dapat bermanfaat bagi kalian para pembaca.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.