Tentunya ada gambaran gejala antara baby blues dan PPD. Pada kasus baby blues ibu merasa lebih sering menangis tanpa alasan tidak jelas, kurangnya rasa sabar, mudah tersinggung, adanya gangguan kecemasan, dan perubahan suasana hati yang menjadikannya merasa ia tidak seperti dirinya sendiri.
Sedangkan untuk PPD merasa kesulitan untuk tidur atau insomnia, menurunnya gairah seks, munculnya perasaan tidak mampu, rasa bersalah, sedih, sehingga hal itu membuat ibu cenderung mudah marah, panik, dan kekhawatiran berlebihan pada kesehatan bayi.
“Yang paling mendasar adalah berempati dulu. Pahami bahwa menjadi ibu itu gak mudah, meski kita (ibu-ibu) dulunya merasa bisa cepat pulih pasca melahirkan. Akan tetapi, ibu-ibu yg lain bisa saja kondisi dan kerentanannya tidak sama,” ucap Disya Arinda.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.