BABY blues atau Postpartum Depression (PPD) kerap dialami seseorang. Sebagian orang, menganggap bahwa ibu yang mengalami baby blues atau PPD dinilai belum siap dan belum bisa beradaptasi dengan kondisi terbarunya.
Kondisi tersebut membuat dirinya merasa mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Faktanya, semua ibu bisa mengalami hal tersebut tanpa pandang bulu. Biasanya faktor penyebabnya dikarenakan adanya perubahan fisiologis ibu seperti dipengaruhi hormon, masalah fisik, dan lain sebagainya.
Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Disya Arinda Baby blues dapat terjadi 1-2 hari pasca melahirkan karena adanya gangguan mood yang dirasakan oleh seorang ibu dengan didominasi perasaan sedih dan gundah.

Sedangkan untuk PPD, paling cepat terjadi 2-4 bulan pertama pasca melahirkan, dan dapat bertahan sejak satu bulan hingga beberapa tahun pasca melahirkan. Namun, kondisi ini dapat diperparah karena dapat membuat sang ibu menyakiti dirinya sendiri maupun bayinya.
“Gejala PPD ini sering kali bikin si ibu kehilangan sense of motherhood (rasa keibuannya) yang dibutuhkan dalam pengasuhan,” kata Disya Arinda, dikutip dalam akun X miliknya @disyarinda, Rabu (6/9/2023).
Jadi dari beberapa kasus kemungkinan ada gejala yang awalnya dikira baby blues, tetapi ternyata gejala itu bertahan lebih lama sehingga baru terdiagnosis PPD oleh profesional.