Sambil diiringi tetabuhan seperti dog-dog, gendang, kempul dan terompet kata Abah Lotod, pelais ini menunjukkan akrobatik yang begitu memukau di atas ketinggian. Bahkan tidak sedikit masyarakat histeris melihatnya.
"Laes ini tidak semua bisa ada turunan juga, tapi tanpa latihan juga secara spontan. Memang laes dari dulunya kesenian tradisional, disebut unik engga, dan disbut ektrem engga tapi ini mungkin kesenian termasuk nekat tanpa pengamanan," terangnya.
Lais ini kesenian yang terbilang langka, lantaran tidak semua dapat melakukan aksi akrobatik diatas ketinggian. Sehingga lais ini sering di tampilkan pada perayaan seren tahun baik Sinaresmi, Cipta Mulya, Ciptagelar maupun lainnya.
"Kesenian ini klo misalnya jatuh langsung ke tanah karena tidak memakai alas atau pengamanan di bawahnya, tapi alhamdulillah selama ini dan sering tampil di beberapa tempat tidak sampai menimbulkan korban jiwa," tandasnya. (sip)
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.