Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tepung Tawar, Upacara Adat Melayu Penuh Makna yang Wajib Dilestarikan

Farid Maulana Faqih , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2023 |02:00 WIB
Tepung Tawar, Upacara Adat Melayu Penuh Makna yang Wajib Dilestarikan
Menparekraf Sandiaga Uno menjalani proses tepung tawar di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

Sekretaris Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Dewan Masjid Penyengat, Raja Al Hafiz, menjelaskan bahwa ada sejumlah bahan untuk melakukan prosesi ‘tepung tawar’ ini. Diantaranya beras kunyit, beras putih, beras bertih, dan air tepung tawar. Ada juga daun gandarusa, daun cuang-cuang, serta daun ribu-ribu.

“Jadi beras yang telah dicuci lalu dikasih serbuk kunyit, jadi beras kunyit. Ada juga padi yang digoreng, keluar seperti kembang, ada lagi air diberi beras sejuk lalu diramu. Maknanya itu memberikan doa, doa akan tamu selamat,” kata Raja Al Hafiz.

 Ilustrasi

Al Hafiz menjelaskan bahan-bahan tersebut juga mengandung makna. Seperti, beras kunyit yang melambangkan agar diberikan kemurahan rezeki, beras putih melambangkan kesucian, air tepung tawar melambangkan penyejuk hati.

Hadir mendampingi Sandiaga, Staf Khusus Menparekraf Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi Kemenparekraf, Irien Pol Krisnandi; serta Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf, Indra Ni Tua.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement