Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tepung Tawar, Upacara Adat Melayu Penuh Makna yang Wajib Dilestarikan

Farid Maulana Faqih , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2023 |02:00 WIB
Tepung Tawar, Upacara Adat Melayu Penuh Makna yang Wajib Dilestarikan
Menparekraf Sandiaga Uno menjalani proses tepung tawar di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Pulau Penyengat di Kecamatan Tanjungpinang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Dalam kunjungan, pada Minggu 30 Juli 2023, Sandiaga turut ditepung tawari oleh masyarakat setempat di Balai Adat Indra Perkasa, bangunan bersejarah di Pulau Penyengat.

Sandiaga ingin tepung tawar yang merupakan upacara adat masyarakat Melayu sejak zaman raja-raja terus dilestarikan, khususnya di Pulau Penyengat yang masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

 BACA JUGA:

Menurutnya tepung tawar merupakan salah satu adat Melayu dengan kearifan budaya yang tinggi dan dapat menjadi salah satu unggulan daya tarik wisata.

 Ilustrasi

Bahan prosesi tepung tawar

“Ini merupakan tradisi yang sangat sarat dengan kearifan budaya kita, dan ini harus terus kita lestarikan, dan karena itu mengandung banyak sekali dari doa yang baik, sampai juga dengan pantun, maupun gurindam,” kata ujar Sandiaga dikutip dari laman resmi Kemenparekraf.

 BACA JUGA:

Tradisi tepuk tepung mawar merupakan upacara adat Melayu Riau peninggalan raja-raja terdahulu. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas terkabulnya satu keinginan atau usaha. Penaburan tepung tawar diiringi dengan doa dan lantunan ayat-ayat suci Alquran.

Sandiaga mengatakan tradisi tepung tawar juga mengandung makna mendoakan keselamatan orang. "Jadi ini harus kita pastikan dilestarikan yang merupakan bagian dari pada wisata edukasi," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement