Pihaknya kini berupaya mendongkrak kembali kunjungan turis asing, salah satunya membuat paket wisata edukasi sejarah. Paket inilah yang biasanya diminati para wisatawan mancanegara, selain tentunya karena iklim sejuk dan pemandangan asri yang dipertahankan.
"Untuk paket-paket saya pikir Selecta ya pasti mengandalkan terutama udara, iklim, dan kita mempertahankan biar tetap asri sejuk," tuturnya.
Diharapkan paket-paket wisata sejarah ini bisa menggenjot pertumbuhan wisatawan ke Kota Batu pada umumnya dan Taman Rekreasi Selecta pada khususnya. Apalagi untuk tahun 2023 ini setidaknya 750 ribu wisatawan berkunjung ke Taman Rekreasi Selecta.
"Target kita di 750 ribu, sampai semester pertama kemarin sudah di angka 400 sekian. Selama dua minggu (di bulan Juli 2023) ini 50 ribuan. Mudah-mudahan bisa menutup target kita yang 100 ribu tapi agak berat," tuturnya.
Menurutnya, kondisi kunjungan wisata setelah masa Covid-19 dirasa masih belum mendekati normal layaknya seperti sebelum Covid-19. Hal ini berkaca pada jumlah keseluruhan wisatawan di tahun 2019 lalu saja hingga bulan Juli yang sudah mencapai 1,4 juta. Sementara tahun 2022 kemarin baru di angka 641 ribu belum ada 50 persenan dari jumlah normal.
"Diharapkan di tahun ini kalau kita bisa sampai 750 kan hampir 50 persen berarti sebelum pandemi. Kalau trennya pengunjung turun karena banyak faktor, dari segi ekonomi, daya beli masyarakat belum pulih seperti sebelum covi. Saya kira yang paling besar pengaruhnya daya beli masyarakat," tukasnya.
(Salman Mardira)