Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menguak Misteri Rawa Pening, Danau Indah Tempat Pembuangan Mayat Tragedi Ambarawa

Farid Maulana Faqih , Jurnalis-Kamis, 13 Juli 2023 |18:51 WIB
Menguak Misteri Rawa Pening, Danau Indah Tempat Pembuangan Mayat Tragedi Ambarawa
Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: DLH Semarang)
A
A
A

SEMARANG menjadi daerah di Jawa Tengah yang memiliki banyak tempat wisata yang indah. Salah satunya adalah Rawa Pening.

Danau yang berlokasi di kabupaten Semarang ini menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Tepatnya terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Tak heran jika kawasan ini memiliki pemandangan yang luar biasa eksotis. Para pengunjung yang beruntung bahkan dapat menikmati gagahnya deretan gunung tersebut.

Ilustrasi

SOURCE: Roov.id

Hanya saja dibalik keindahannya, Rawa Pening memiliki misteri yang dipercaya hingga kini oleh masyarakat sekitar. Yang paling terkenal adalah kisah tentang Baru Klinting .

Baru Klinting adalah sosok ular yang dikaitkan dengan terbentuknya Rawa Pening. Konon kisahnya ada ragam versi, salah satu yang terkenal adalah Baru Klinting merupakan anak dari Endang Sawitri wanita yang berasal dari Desa Ngasem.

Wujudnya memang ular, namun dapat berbicara layaknya manusia. Suatu hari, Baru Klinting menanyakan keberadaan sang ayah yang bernama Ki Hajar Salokantara, seorang raja yang tengah bertapa di lereng Gunung Telomoyo.

Baru Klinting pun berhasil menemui sang ayah, sayangnya, tidak diakui begitu saja. Untuk mendapat pengakuan, ia harus melingkari Gunung Telomoyo dan bertapa selama setahun.

Sayangnya saat bertapa, keberadaannya ditemukan warga Desa Pathok yang tengah membutuhkan bahan makanan untuk sedekah bumi. Mereka pun memotong Baru Klinting yang masih dalam wujud ular.

Ilustrasi

SOURCE: Roov.id

Alhasil, Baru Klinting menjelma menjadi bocah kurus yang buruk rupa. Warga pun mengusirnya.

Lantaran perlakuan itu, ia menancapkan lidi dan membuat sayembara bagi warga desa. Sayangnya, tak ada seorang pun yang mampu mencabutnya, kecuali dirinya sendiri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement