Dia akan mengingatkan pengunjung mengenai empat lokasi yang tidak boleh diambil gambarnya namun tetap bisa dilihat yakni ruang galeri, ruang persembahyangan dewa dan leluhur serta kamar Tjong A Fie.
Lantai pertama rumah terdiri dari ruangan-ruangan besar dengan dinding berpanel kayu yang diukir dalam gaya China untuk menerima tamu-tamu Tjong A Fie. Pada salah satu ruangan, terdapat foto keluarga Tjong A Fie bersama istri ketiga, anak-anak serta cucu dan sepupu istri keduanya.
Selain itu, ada juga kamar mendiang Tjong A Fie berisi tempat tidur yang terbuat dari kayu mahoni.
Halaman terbuka di bagian tengah rumah akan menyapa pengunjung. Dulunya, halaman ini bermanfaat untuk menghirup udara segar sekaligus dipercaya menambah rezeki. Di halaman terbuka ini biasanya para pelancong mengambil foto diri mereka.
(Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
Ruangan lain dalam rumah yang bisa dilihat yakni perpustakaan yang semula menjadi ruangan kerja cucu dari anak keempat Tjong A Fie dan dapur dengan sejumlah perkakas asli.
Sementara pada lantai dua bangunan, pengunjung bisa melihat ruang dansa keluarga pada hari-hari besar dan pesta.
Rumah Tjong A Fie dibuka untuk umum setiap hari pukul 09.00 - 17.00 WIB dengan harga tiket Rp35 ribu per orang.
Kala lapar melanda, tak jauh dari sana terdapat restoran terkenal di Medan, Tip-Top, yang menyediakan sederet menu dan salah satu yang direkomendasikan warga setempat yakni hidangan bistik.
(Rizka Diputra)