Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yuk Jelajahi Destinasi Sejarah di Kota Medan, Bertamu ke Istana Maimun hingga Rumah Tjong A Fie

Antara , Jurnalis-Rabu, 05 Juli 2023 |02:01 WIB
Yuk Jelajahi Destinasi Sejarah di Kota Medan, Bertamu ke Istana Maimun hingga Rumah Tjong A Fie
Istana Maimun, salah satu landmark Kota Medan (Foto: Instagram/@istana.maimoon.official)
A
A
A

BANYAK aktivitas wisata yang bisa dilakukan manakala Anda pelesiran ke Kota Medan, Sumatera Utara.

Meski demikian, tidak semua orang kepikiran destinasi ikonik mana yang cocok disambangi di kota ini.

Sekalipun waktu yang tersedia relatif singkat, tak ada salahnya Anda melipir setidaknya ke 2 tempat bersejarah di Kota Medan ini. Berikut rekomendasinya sebagaimana dikutip dari laman ANTARA;

1. Istana Maimun

Anda bisa menyambangi Istana Maimun di Jalan Brigjend Katamso No. 66. Istana ini mulai dibuka pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Khusus hari Jumat, pengunjung disarankan datang sebelum pukul 12.00 atau setelah pukul 13.00 WIB.

Untuk bisa memasuki istana beratap berbentuk limasan atau kubah (dome) yang dulunya dinamai Istana Agung Kota Medan itu, seseorang harus membeli tiket dengan harga Rp10 ribu.

Nantinya, seorang pemandu dihadirkan untuk membantu memberikan penjelasan mengenai seluk beluk istana kepada pelancong sembari mengajak berkeliling istana.

Istana Maimun

(Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Sekadar informasi, Istana Maimun yang dibangun Sultan Deli IX, Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah pada 26 Agustus 1888 - 18 Mei 1891 atas permintaan istrinya itu identik dengan warna bangunan kuning dan hijau. Menurut kepercayaan sultan, warna kuning melambangkan kejayaan dan kemakmuran, sementara hijau untuk Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kawasan istana memiliki luasan sekitar 2.772 m2 dengan 30 ruang di dalamnya. Pelancong hanya bisa memasuki tiga dari 30 ruangan.

Ruangan depan atau yang pertama dapat dimasuki pengunjung biasanya untuk digunakan menyambut tamu. Di ruangan ini, terdapat foto istana di tahun 1925.

Istana Maimun

(Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Selanjutnya, ada ruangan tengah yang digunakan sultan saat mengadakan pertemuan atau rapat. Di sana, terdapat singgasana dengan warna dominasi kuning dan sejumlah lukisan termasuk Sultan Deli IX serta Sultan Deli XIV.

Pengunjung melihat lebih dekat perpaduan nuansa Eropa dan Timur Tengah di bagian dinding, plafon beserta lampu dan kipas angin gantung.

Unsur lokal di sana yakni ornamen motif bunga tembakau di sayap kanan ruangan. Bunga tembakau ini dulunya menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Medan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement