"Kita tidak perlu menyalahkan daging merah kecuali makannya terlalu banyak. Dalam tubuh kita ini sedang terjadi yang dapat menjadi kanker. Kenapa kita nggak kena kanker? Karena punya sistem keseimbangan, kita punya sistem montir, kemampuan tubuh kita buat merepair itulah yang seringkali terganggu akibat gaya hidup. Kembali lagi ke masalah keseimbangan. Kalau mau makan daging ya harus diolah dengan baik," paparnya.
Prof Aru menjelaskan hal lain yang berbahaya selain daging merah adalah daging yang diproses, seperti sosis dan lain sebagainya.
"Daging proses itu bisa disimpan berbulan-bulan nggak mungkin tanpa adanya pengawet. Pengawet itu biasanya mengandung karsinogen penyebab kanker," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.