Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Indonesia, Ini 10 Negara yang Punya Tradisi Unik Perayaan Idul Adha

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Senin, 26 Juni 2023 |10:27 WIB
Selain Indonesia, Ini 10 Negara yang Punya Tradisi Unik Perayaan Idul Adha
Tradisi menghias hewan kurban di Turki. (Foto: Daily Sabah)
A
A
A

6. Inggris

Bagi yang pernah merasakan perayaan Idul Adha di Inggris, tentu tak asing dengan istilah Savory Ied. Istilah ini muncul karena kebanyakan makanan yang dihidangkan saat Idul Adha mayoritas bercita rasa gurih. Makanan yang biasa disajikan adalah makanan khas Timur Tengah dan India.

Tak hanya itu, mereka juga akan menyajikan makanan manis sebagai hidangan penutup. Sama halnya denga Indonesia, masyarakat disana juga melaksanakan sholat Ied dan membagikan daging kurban.

7. Mesir

Hampir di seluruh negara saat merayakan Idul Adha akan menghidangkan makanan berbahan dasar daging, tak terkecuali Mesir. Bahkan disebutkan bahwa orang Mesir terbiasa untuk menyantap sarapan dengan tumis hati.

 Ilustrasi

Hidangan tersebut akan dimakan bersamaan dengan nasi fattah, nasi yang dilumuri dengan saus tomat. Saking wajibnya, jika makanan ini tak dapat disajikan saat sarapan, maka harus dihidangkan saat makan siang.

Untuk penutupnya, terdapat Roa, yaki hidangan berbentuk pie dengan isi daging. Selain tumis hari dan Roa, makanan yang tak kalah penting untuk disajikan adalah daging iga kambing.

Saat perayaan Idul Adha, mereka terbiasa berkumpul bersama keluarga dan saling berbagi daging kurban. Mereka akan memastikan semua orang harus mencicipi hidangan daging.

8. Singapura

Keunikan perayaan Idul Adha di Singapura adalah diadakannya bazaar. Saat menjelang hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha, di Singapura selalu diadakan bazaar yang berlokasi di kampung gelap dan gelang serai. Di bazaar tersebut, salah satunya dijual bumbu dapur murah untuk memasak daging kurban.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement