Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Sayur Babanci Makanan Khas Betawi Bisa Langka?

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 18 Juni 2023 |18:00 WIB
Kenapa Sayur Babanci Makanan Khas Betawi Bisa Langka?
Sayur babanci (Foto: Kidzenia)
A
A
A

SAYUR babanci atau ketupat babanci merupakan makanan khas Betawi yang kini mulai langka. Sulit mendapatkan kuliner lezat ini. Biasanya hanya ada saat hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri atau Hari Raya Idul Adha.

Sayur babanci sangat kental rasa rempahnya. Sedangkan daging yang digunakan dalam sayur babanci adalah bagian kepala sapi terutama pipinya, tetapi tidak termasuk lidah, otak, dan cingur.

Lalu, kenapa sayur babanci bisa langka?

 BACA JUGA:

Fajar Ayuningsih, anggota Tim Akademi Kuliner Indonesia mengatakan sayur babanci mulai langka karena rempah-rempah untuk bahan pembuatannya sudah sulit ditemukan di Jakarta.

Setidaknya diperlukan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah untuk membuat sayur babanci. Beberapa rempah yang termasuk dalam kategori langka antara lain, kedaung, botor, tai angin, lempuyang, temu mangga, temu kunci, dan bangle.

Setiap rempah memang menghasilkan cita rasa yang sangat khas, seperti tai angin yang ampun menambah sensasi rasa gurih pada kuahnya.

"Kalau untuk membuat babanci, tai angin biasanya disangrai, lalu ditumbuk, baru dimasukkan ke dalam kuah untuk membuat rasanya semakin gurih. Proses pengolahannya sama lah seperti kedaung dan botor. Sayangnya, ketiga bumbu ini sudah mulai langka," kata Fajar Ayuningsih sekali waktu kepada Okezone.

 BACA JUGA:

Tai angin merupakan tanaman semacam lumut yang banyak digunakan pada olahan jamu. Konon katanya, tanaman ini memiliki khasiat ampuh untuk mengatasi kembung dan masih banyak lagi.

Tanaman ini dipercaya baik untuk kesehatan dan bisa mengatasi kembung.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement