Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warning! Asupan Gula Berlebih pada Anak Berisiko Obesitas dan Sakit Jantung

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 19 Mei 2023 |12:52 WIB
Warning! Asupan Gula Berlebih pada Anak Berisiko Obesitas dan Sakit Jantung
Asupan gula berlebih (Foto: Pomme natural market)
A
A
A

KONSUMSI gula berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Hal ini sesuai dengan keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan untuk tidak konsumsi gula tambahan atau non-gula (NSS).

Dokter Spesialis Anak dr. Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A menjelaskan, penting untuk menjaga asupan gula baik pada orang dewasa atau pun anak-anak. Dalam cuitannya di Media Sosial Twitter, ia mengingatkan bahaya jika mengonsumsi gula berlebihan.

 asupan gula berlebih

Sebab banyak penyakit bisa dialami saat usia dewasa nantinya, seperti obesitas sampai penyakit jantung.

"Semakin dini seorang anak terpapar dengan gula berlebih, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk adiksi gula. Semakin tinggi juga kemungkinan mereka terkena penyakit metabolik, obesitas, diabetes, penyakit jantung dll saat dewasa nanti," jelas dr Denta dikutip dari Twitternya.

Sehubungan dengan rekomendasi WHO, dr Denta juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi gula tambahan, sebab bisa meningkatkan risiko rusaknya hati. Kerusakan tersebut, ia ibaratkan seperti minum alkohol. Deskripsi pada anak konsumsi gula tambahan, sama saja anak minum alkohol.

"Sama kayak bahaya dari konsumsi minuman alkohol. Dan untuk anak, sama kayak gak mungkin kita ngasih mereka alkohol, harusnya kita juga jangan sampai hati ngasih mereka gula berlebih," imbuhnya.

Dengan demikian, ia ingatkan bahwa batasan konsumsi gula dalam sehari tidak lebih 30 gram bagi orang dewasa. Sementara, anak-anak tidak lebih 25 gram.

 BACA JUGA:

"Batas gula tambahan orang dewasa aja kalo di negara maju dah diturunin jadi 25-30gram/hari. Untuk anak-anak maksimal 25gram/hari. Balita maksimal 5% dari total kalori harian boleh berasal dari gula tambahan," jelas dr Denta.

 BACA JUGA:

Sebelumnya, WHO ingatkan bahaya dari konsumsi NSS jangka panjang, bisa meningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kematian pada orang dewasa.

WHO menyoroti penggunaan NSS pada orang dewasa umum untuk diet atau menurunkan berat badan. Sehingga mengeluarkan hasil temuan tinjauan sistematis bahwa bukti menunjukkan penggunaan NSS tidak memberikan manfaat jangka panjang dalam mengurangi lemak tubuh pada orang dewasa atau anak-anak.

"Mengganti gula dengan NSS tidak membantu pengendalian berat badan dalam jangka panjang. Orang perlu mempertimbangkan cara lain untuk mengurangi asupan gula bebas, seperti mengonsumsi makanan dengan gula alami, seperti buah, atau makanan dan minuman tanpa pemanis," kata Francesco. Branca, Direktur Nutrisi dan Keamanan Pangan WHO.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement