Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WHO Cabut Status Kedaruratan Cacar Monyet!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2023 |12:09 WIB
WHO Cabut Status Kedaruratan Cacar Monyet!
WHO cabut status kedaruratan cacar monyet (Foto: Al Jazeera)
A
A
A

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mengakhiri kedaruratan monkeypox atau cacar monyet yang sempat membuat gempar dunia sekitar Mei 2022. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal WHO Adhanom Ghebreyesus pada Kamis, 11 Mei 2023, seminggu setelah penghentian kedaruratan Covid-19.

"Sementara virus cacar monyet masih menyebar di dunia, tapi terjadi kemajuan yang stabil dalam pengendalian wabah, karena itu WHO secara resmi mengakhiri kedaruratan cacar monyet," ungkap laporan STAT News, dikutip MNC Portal, Jumat (12/5/2023).

 cacar monyet

Keputusan ini sendiri diambil WHO bukan atas dasar satu pihak, melainkan rekomendasi panel ahli independen yang dikumpulkan Rabu (10/5). Kesimpulan lain yang didapat dari pertemuan itu adalah masalah cacar monyet meski sudah bukan lagi kedaruratan global, tapi setiap negara membutuhkan respons jangka panjang dan berkelanjutan, sehingga masalah ini tidak terulang kembali di masa depan.

"Saya senang menyampaikan kabar bahwa cacar monyet bukan lagu darurat kesehatan global. Namun, seperti halnya Covid-19, itu gak berarti penyakit ini sudah musnah," kata Tedros.

Terbukti bahwa beberapa negara masih melaporkan kasus cacar monyet, walau angkanya jauh di bawah puncaknya pada tahun lalu. Bahkan, Tedros menekankan bahwa risiko kenaikan kasus cacar monyet di masyarakat masih ada.

Karena itu, WHO mendesak agar negara-negara waspada terhadap agenda besar yang melibatkan banyak orang berkumpul di satu tempat.

 BACA JUGA:

"Hari kebangsaan atau festival musim panas yang dihadiri kelompok pria gay dan biseksual yang berhubungan seks dengan pria dapat menyebabkan peningkatan penularan cacar monyet," kata para ahli menjelaskan.

Hal senada juga disampikan Nicola Low, ketua bersama komite darurat Monkeypox bahwa kelompok gay dan biseksual yang berhubungan seks dengan pria harus difokuskan dalam menekan angka kasus.

"Ada kebutuhan untuk fokus pada kelompok itu terlebih melakukan upaya jangka panjang, sehingga penularan virus dari manusia ke manusia bisa ditekan semaksimal mungkin," ungkapnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement