MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, aksesibilitas (jalanan) yang rusak dapat mengganggu perkembangan destinasi wisata karena sulitnya menjangkau lokasi wisata.
Hal itu disampaikannya terkait jalan rusak di Provinsi Lampung yang belakangan jadi sorotan publik.
"Kalau akses jalannya tidak terbangun maka destinasinya tidak bisa berkembang, demikian juga saat saya datang ke Pulau Pahawang, dan di beberapa tempat lain (jalannya rusak)," ujar Sandiaga beberapa waktu lalu.
Padahal dari sisi pariwisata, aksesibilitas, atraksi, dan amenitas lanjut Sandi, merupakan faktor utama yang mendorong perkembangan destinasi wisata.

Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Raka/MPI)
Dirinya mengakui telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke Lampung dan melewati jalanan dengan kondisi rusak.
"Saya mengunjungi dua tahun berturut-turut Provinsi Lampung, lebih dari empat kali, salah satunya Desa Wisata Kopi Rigis Jaya, ada di dekat Kota Liwa itu saya harus menjangkau lebih dari 7 jam perjalanan dari Kota Lampung dalam kondisi jalan yang rusak," ujarnya.
Meskipun di Sumatera sudah terdapat jalan tol trans Sumatera, namun untuk destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif belum tersambung dan diperlukan pembangunan.