MASYARAKAT di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggelar festival rakik-rakik yang terbuat dari bambu dan dipasang lampu untuk menyambut para perantau saat berada di kampung halaman pada momen Idul Fitri (Lebaran) 1444 Hijriah.
Pegiat Budaya dan Wisata Agam, Rudi Yudistira menjelaskan, sebanyak 11 rakik-rakik yang ditampilkan warga di dua lokasi yakni, Tanjung Sani enam buah dan Maninjau lima buah pada Lebaran tahun ini.
"Festival rakik-rakik itu dimulai pada Jumat malam sampai Minggu malam kemarin. Biasanya kegiatan hanya dua hari dan tahun ini lebih lama," katanya, melansir ANTARA.
Ia mengatakan, rakik-rakik dihias dan dipasang lampu tersebut ditampilkan pada malam, sehingga pemandangan indah dapat disaksikan oleh para warga dan perantau.

Hiasan rakik-rakik bermacam macam, ada rumah adat Minangkabau, ada bintang kejora, ada pula dengan ornamen kapal dan lainnya.
Selain indah, dari atas rakik rakik itu berdentuman ledakan meriam bambu yang di lepas dari masing masing rakik. "Suasana dentuman meriam yang dibunyikan warga dari atas rakik-rakik menjadi meriah," katanya.
Dijelaskannya, rakik-rakik merupakan tradisi masyarakat selingkar Danau Maninjau semenjak puluhan tahun silam. Sebelumnya, rakik-rakik hanya dijadikan alat transportasi masyarakat sekitar dari satu kampung ke kampung lain.
Namun dengan adanya jalan, maka dijadikan suatu tradisi dalam menyambut datangnya Lebaran dan bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan nikmat.
"Kegiatan ini merupakan kegiatan setiap tahun saat datanya Lebaran," katanya.