SALAM tempel atau membagi-bagikan uang saat Hari Raya Idul Fitri sudah mentradisi di masyarakat Indonesia. Biasanya diberikan kepada anak-anak dengan menggunakan amplop bergambar unik juga menarik. Bahkan kebiasaan ini juga berlaku bagi orang dewasa.
Ditinjau dari kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), ‘salam tempel’ merupakan kata kiasan artinya bersalaman dengan menyelipkan uang atau amplop berisi uang.
BACA JUGA:
Lalu dari mana asal usul salam tempel, yang jadi tradisi bagi-bagi uang saat lebaran? Ternyata hal ini sudah ada sejak dulu, bahkan ketika zaman kekhalifahan dan menyambung dengan kebudayaan lainnya.
Dilansir dari laman Cash Matters, ternyata salam tempel sudah ada sejak abad pertengahan. Kali pertamanya dilakukan pada saat Kekhalifahan Fatimiyah dari Afrika Utara. Saat itu membagikan uang, pakaian atau permen kepada orang-orang saat hari pertama Lebaran.
BACA JUGA:
Salam tempel dengan membagi-bagikan THR (tunjangan hari raya), juga cukup menguat ketika era Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman). Pada masa tersebut, tempel berubah menjadi bagi-bagi uang tunai.
Kemudian, salam tempel juga berkaitan dengan tradisi Tionghoa yaitu disebut dengan angpao. Dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Asia angpao (hóngbāo) adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek atau perayaan lainnya.