Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Obat Penurun Berat Badan yang Aman, Apakah Ada?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 05 April 2023 |19:00 WIB
Obat Penurun Berat Badan yang Aman, Apakah Ada?
konsumsi obat untuk menurunkan berat badan, (Foto: Shutterstock)
A
A
A

TAK dipungkiri banyak pejuang diet menurunkan berat badan, yang ingin bisa mencapai target berat badan idealnya dalam waktu singkat.

Tidak hanya sukses menurunkan berat badan dalam waktu singkat, tapi juga dengan usaha yang tak berat. Makanya tak jarang, banyak orang yang mengandalkan konsumsi obat diet penurun berat badan.

Padahal hanya mengandalkan cara instan dengan minum obat untuk menurunkan berat badan adalah sesuatu yang salah. Orang dengan berat badan berlebih disarankan juga agar menjalani gaya hidup sehat secara utuh.

 BACA JUGA:

“Tidak cuma minum obat, tapi berolahraga secara teratur dan fokus pada apa yang dikonsumsi setiap harinya," mengutip keterangan dari Web MD, Rabu (5/4/2023).

"Lagipula, obat penurun berat badan bukan untuk semua orang. Artinya, perlu penyesuaian dalam menentukan obat mana yang paling ideal sesuai kondisi kesehatan Anda," tambah WebMD.

Sebelum tahu apa obat penurun berat badan yang aman, perlu dipahami sekali lagi bahwa obat ini bukan untuk semua orang. Sebab, memang hanya orang tertentu yang dapat diresepkan obat penurun berat badan.

Merujuk pada keterangan di laman resmi Mayo Clinic, ada dua tipe orang yang kemungkinan besar akan diresepkan obat penurun berat badan, yakni

1. Orang dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 30, yang artinya banyak lemak di tubuh dan kondisi tersebut dialami penderita obesitas.

2. BMI lebih dari 27 juga disarankan minum obat penurun berat badan.

Jadi, apa obat penurun berat badan yang aman itu? Salah satu obat penurun berat badan yang aman adalah obat semaglutide (Wegovy) telah menerima persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 2021 untuk pengobatan obesitas.

Selain itu, obat penurun berat badan dengan resep yang lebih umum juga ada, seperti Liraglutide (Saxenda), Naltrexone-bupropion (Contrave), Orlistat (Alli, Xenical), hingga Phentermine-topiramate (Qsymia)

Sebagai catatan penting, sebelum konsumsi obat-obatan tersebut, orang yang hendak mengonsumsi obat-obatan tersebut harus kontrol dan berkonsultasi dulu dengan dokter.

Konsultasi tersebut penting, untuk memberi tahu dokter riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi atau kondisi lain yang dimiliki, apa obat atau suplemen yang lagi diminum, lalu apakah sedang dalam kondisi hamil, menyusui, atau berencana mau hamil atau tidak.

Lantas seberapa efektifkah obat menurunkan berat badan? Dikutip dari Mayo Clinic obat resep yang diminum selama lebih dari 12 minggu (penggunaan jangka panjang) terbukti menurunkan berat badan dibandingkan dengan kelompok orang tanpa obat.

"Kombinasi obat penurun berat badan (dikombinasikan) dengan gaya hidup sehat memaksimalkan hasil daripada hanya mengandalkan perubahan gaya hidup tanpa obat," bunyi keterangan Mayo Clinic.

Mengonsumsi obat penurun berat badan selama setahun penuh dilaporkan akan menghilangkan total berat badan 3 sampai 12 persen lebih banyak, daripada orang yang kehilangan bobot tubuh hanya mengandalkan perubahan gaya hidup.

Terkesan tidak banyak memang, tapi kehilangan 5 sampai 10 persen dari total berat badan dan mempertahankannya akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tekanan darah bisa terkendali, kadar gula terkontrol, serta penambahan lemak dalam darah bisa diminimalkan, melansir Mayo Clinic.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement