"Ya, dengan kata lain seseorang mengalami malpraktik dan parahnya, si tenaga non-medis itu juga tidak teredukasi dan terlatih untuk mengatasi efek samping yang muncul, yang membuat pasien ujung-ujungnya butuh dokter untuk menangani keluhan," papar dr kecantikan yang juga founder Cyn Clinic tersebut.
Dokter Cynthia bercerita kalau dia belum lama ini menerima pasien dengan masalah nekrosis akibat filler dagu yang dikerjakan oleh tenaga medis bukan dokter.
Jadi, pasien datang dengan keluhan bengkak, nyeri di dagu, dan nekrosis kebiruan. Dari kejadian ini, kata dr Cynthia, dia terus mengedukasi masyarakat agar tidak sembarang melakukan filler.
"Harus lebih hati-hati lagi sebelum treatment filler, terlebih sekarang banyak pihak yang menawarkan filler dengan tawaran harga murah tapi dikerjakan bukan oleh dokter. Risikonya besar sekali," pesannya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.