Madu dan kurma umumnya jadi salah satu yang dikonsumsi banyak orang saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, agar tetap sehat dan bugar selama berpuasa.
Madu dan kurma, sama-sama dikenal punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kurma contohnya mengandung protein, gula, karbohidrat, kalsium, serat, zat besi, dan sebagainya. Sementara madu memiliki mineral, polifenol, vitamin, asam amino, karotenoid, enzim, asam organik, dan lainnya di dalamnya.
Nah, mengingat rasanya yang manis, sebetulnya apakah madu dan kurma boleh dikonsumsi juga oleh orang dengan alias pengidap diabetes melitus (DM) Tipe 2?
Dijelaskan dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, Spesialis Penyakit Dalam, pengidap diabetes melitus Tipe 2 tak dilarang untuk mengonsumsi madu dan kurma, dengan syarat tidak berlebihan sebab kalori atau gula yang terkandung harus tetap dikontrol.
“Madu diperkenankan, kalau gula itu masih diperkenankan sekitar 10 gram. Jadi madu bisa satu sendok, sebagai makanan tambahan atau atau nutrisi tambahan,” jelas dr. Yunir dalam Webinar Ibadah Puasa Ramadhan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di YouTube CME FKUI, akhir pekan ini.
“Jadi tak usah khawatir, hanya satu sendok saja sudah sehat," tambahnya.