5 TRADISI unik berbagai suku di Indonesia ketika meminta hujan. Indonesia termasuk negara yang kaya akan keanekaragaman, baik sumber daya alam maupun kebudayaannya.
Di Indonesia terdapat 1.340 suku bangsa menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010. Tak heran jika negara Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam dan unik.
Setiap suku di Indonesia, umumnya memiliki tradisi unik yang sudah ada sejak dulu. Tak sedikit pula tradisi tersebut masih dilestarikan hingga kini. Salah satu tradisi unik yang kerap dilakukan adalah tradisi meminta hujan.
Lantas, apa saja tradisi unik suku-suku di Indonesia ketika meminta hujan? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.
Mengutip laman kemenkopmk.go.id, berikut 5 tradisi unik berbagai suku di Indonesia saat meminta hujan.
1. Tari Gundala-Gundala (Suku Batak Karo, Sumatera Utara)
Tari gundala-gundala disebut juga tari Gundala Karo yang termasuk tari berasal dari Kabupaten Karo yang terletak di kawasan Bukit Barisan, Sumatera Utara.
Tari Gundala-Gundala (Foto: YouTube/Suranta)
Tarian ini disajikan saat warga Karo mengalami kemarau panjang untuk memanggil hujan atau dalam bahasa batak di sebut Ndilo Wari Udan. Para penari Gundala mengenakan kostum dengan pakaian seperti jubah dan topeng yang terbuat dari kayu.
2. Tradisi Cowongan, (Suku Jawa, Banyumas)
Di Desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terdapat tradisi unik. Ritual memanggil hujan ini hanya boleh ditarikan oleh 10 perempuan.
Para pelaku cowongan umumnya memaknai cowongan sebagai simbol permohonan dan bukti pengabdian mereka terhadap peninggalan budaya para leluhur.
Cowongan memiliki arti belepotan pada wajah, dengan media boneka yang dirasuki bidadari yang dipercaya dapat memanggil hujan. Boneka ini hanya boleh dipegang oleh kaum lelaki. Umumnya ritual ini dilaksanakan mulai pada akhir masa kapat dalam hitungan dalam kalender jawa atau sekitar bulan September.
Tradisi Ojung (Foto: TripTrus)
3. Tradisi Ojung, Suku Tengger-Malang
Setiap akhir musim kemarau yang panjang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, warga berkumpul untuk menyaksikan ritual Ojung.
Ritual ini umum dilakukan suku Tengger sebagai permohonan untuk memanggil hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Saat ritual ojung, dua orang pria berhadapan dengan bertelanjang dada sambil menggenggam erat sebatang rotan. Seperti pertarungan pada umumnya dipimpin oleh seorang wasit. Tradisi ini juga dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.