Karena kegagalan yang bertubi-tubi menimpanya, si gadis menjadi terpuruk hingga skeptis dengan apa yang sudah ia jalani sebelumnya.
"Apa gunanya aku pergi ke universitas," tanyanya sambil berurai air mata.
Wanita yang dalam video tampak berbaju putih itu juga berkisah tentang sahabatnya yang berhasil diterima bekerja di Beijing. Ia mendapatkan gaji yang cukup besar yaitu sekitar Rp 16,4 tiap bulan.

Namun tentu saja, besarnya gaji yang ia terima harus berbanding lurus dengan pengorbanan yang harus ia keluarkan. Sahabatnya itu harus bekerja bagai kuda hingga dini hari.
"Dia pulang kerja jam 1 pagi. Kadang jam3 atau 4 pagi, dan dia harus bangun jam 7 pagi," ungkap.
Bahkan di saat hari libur sekalipun, atasannya selalu menelepon setiap waktu. Wanita itu kemudian bercerita tentang majikannya yang masih muda namun sudah sukses.
BACA JUGA:
Ketimpangan ini membuat dirinya kehilangan motivasi. Tuntungan keluarga agar dirinya menjadi guru dan bergabung menjadi pegawai negeri sipil, membuat tertekan. Saking tertekannya, wanita itu mengaku tak pulang saat Tahun Baru Imlek lalu.
Ada yang punya kisah yang sama?
(Vivin Lizetha)