SAKIT tenggorokan kerap terjadi setelah muntahnya. Umumnya ini adalah salah satu efek yang timbul setelah muntah. Tenggorokan atau nama medisnya esophagus bisa sakit setelah kita muntah karena pada dasarnya kerongkongan itu tetapi di saat yang bersamaan ia juga lembut.
Pakar di Institut Kanker Nasional menjelaskan, tenggorokan terdiri dari lapisan otot polos dan lapisan dalam yang dilapisi selaput lendir. Lapisan ini cukup kuat untuk membantu menyalurkan makanan yang lebih kasar dari mulut ke perut, tetapi juga mudah merusaknya. Muntah sendiri merupakan tindakan yang sangat intens dan kuat.

Maka dari itu, ketika muntah yang namanya kerusakan fisik atau kimia bisa terjadi di tenggorokan dan pada akhirnya inilah menyebabkan rasa sakit.
Beberapa penyebab umum dari rasa sakit di tenggorokan setelah muntah sendiri, mulai dari karena cairan lambung, ada peradangan, hingga Barrett's esophagus (paparan berulang dari jaringan halus di tenggorokan terhadap asam lambung yang kuat, bisa secara permanen mengubah sel-sel yang membentuk kerongkongan).
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengobati tenggorokan yang sakit setelah muntah? Tenang, tak perlu panik karena kondisi seperti ini langkah penanganan pertamanya bisa dimulai dari pengobatan alami rumahan.
Melansir Healthline yang sudah ditinjau secara medis oleh Madeline Knott, MD, pengobatan alami yang bisa menenangkan tenggorokan sakit usai muntah, pertama bisa dengan berkumur dengan air garam hangat, berkumur dengan air madu, minum air lemon, atau menenggak cairan hangat seperti secangkir teh, dan banyak minum air mineral.
Selain itu, jika pengobatan alami tidak membantu, Anda mungkin bsa mencoba beberapa obat OTC (over the counter) yang tersedia di pasaran untuk meredakan nyeri. Misalnya obat asetaminofen, antasida, obat antiinflamasi nonsteroid, atau menggunakan semprotan fenol.
BACA JUGA:5 Cara Mengobati Sakit Tenggorokan saat Menelan, Mudah Dicoba di Rumah
Sebagai catatan, jika memiliki sakit ulkus peptik atau kondisi lain yang menyebabkan refluks dan sakit tenggorokan, disarankan sebaiknya konsultasi dan periksa ke dokter tentang risiko penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.