Sebagai catatan, tidak diperbolehkan menyedot racunnya. Jika memungkinkan, coba untuk menggambar lingkaran di sekitar area yang terkena dan tandai waktu gigitan dan reaksi awal.
"Sangat membantu untuk mengingat seperti apa ular itu, ukurannya, dan jenis ularnya jika Anda mengetahuinya, untuk memberi tahu staf ruang gawat darurat," keterangan dalam Hopkins
Sementara itu, merangkum dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ada dua langkah first aid (pertolongan pertama) saat tergigit ular antara lain: pertama, kurang pergerakan dan memasak bidai (penyangga) dari kayu, bambu atau kardus. Kemudian, panggil ambulans atau ke rumah sakit/puskesmas terdekat.
Menurut CDC, sekitar 8.000 gigitan ular terjadi di AS setiap tahun. Bahkan gigitan ular yang "tidak berbahaya" dapat menyebabkan infeksi atau reaksi alergi pada beberapa orang. Demi keselamatan, perlakukan semua gigitan ular seolah-olah berbisa dan bawa ke ruang gawat darurat rumah sakit secepat mungkin.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.