“Kental manis itu kebanyakan protein rendah dan gula tinggi, membuat anak-anak jadi kenyang,” kata dr. Agnes pada gelaran Media Diskusi Salah Kaprah Susu, Kesehatan Anak dan Peran Media Sosial di Jakarta, Selasa (14/2/2023)

“Jadi tidak ada konsumsi protein hewani dan bergizi lainnya (yang masuk), karena perut anak sudah kenyang," sambungnya.
Kurangnya asupan protein hewani misalnya dari ikan, daging, dan susu, serta serat dari makanan sehat inilah yang bisa membuat berat badan anak kurang, salah satu faktor stunting.
"Anak jadi enggak mau makan lain, hanya minum kental manis dan jajanan lain. Itu berhubungan dengan berat badan (jadi turun), akhirnya lama- lama anaknya stunting. Ujungnya serat jadi turun, lama-laama jadi stunting," jelas dr. Agnes
Maka dari itu, untuk mencegah stunting atau penyakit lain pada anak, orang tua disarankan untuk memaksimalkan MPASI dan ASI pada anak untuk memenuhi gizinya. Jika anak mau konsumsi kental manis, disarankan harus sudah berusia di atas usia 5 tahun, dan bukan sebagai pengganti susu anak.
BACA JUGA: Viral Anak Minum Susu Kental Manis dan Kopi Susu, Dokter: Bisa Bikin Stunting!
BACA JUGA:Apakah Anak Orang Kaya Bisa Mengalami Stunting?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.