“Sudah mikir kayak gitu ke arah sana. Gua merasa dengan gua hilang sebelah itu, kayaknya umur ini tinggal nunggu waktunya saja gitu," curhatnya.
Meski sempat terpuruk sampai merasa ajalnya sudah dekat, dan kesulitan bergerak gara-gara serangan stroke, semangat Irgi untuk berjuang sembuh tetap besar. Ia memilih untuk menjalani pengobatan akupuntur yang dilakoni dengan durasi kurang lebih satu jam, bertujuan untuk memulihkan motoriknya.
“Di hari pertama cuma dikasih ada infus gitu memang katanya herbal dan segalanya plus ada akupunktur, mungkin sekitar 20 biji (jarum) lah," pungkas Irgi.
(Rizky Pradita Ananda)