Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Balawang Tujuh, Tradisi Perkawinan Janda dan Duda di Tanah Banjar

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 30 Januari 2023 |07:00 WIB
Mengenal Balawang Tujuh, Tradisi Perkawinan Janda dan Duda di Tanah Banjar
Tradisi Balawang Tujuh di Balangan, Kalimantan Selatan. (ANTARA Kalsel/Roly Supriadi)
A
A
A

MENGENAL Balawang Tujuh, tradisi perkawinan janda dan duda di Tanah Banjar. Ya, tradisi ini populer di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Orang Balangan termasuk sub suku Banjar.

Balawang Tujuh adalah istilah dalam bahasa Banjar. Asal katanya adalah "Lawang" yang artinya pintu. Kemudian Tujuh merupakan angka hitungan. Penyematan nama ini diartikan Tujuh Pintu harus dilewati.

Tujuh pintu yang dimaksud, yaitu tujuh terbuat dari kain sarung atau tali di pelataran mempelai wanita. Kemudian dikelilingi obor menyala yang ditancapkan, sehingga menyerupai atap gunung disertai dengan alunan musik pengiring pengantin.

 BACA JUGA:Asal Usul Tradisi Adu Domba Garut, Atraksi Seni Paling Seru di Tanah Pasundan

Ritual pernikahan itu dilakukan sebagai simbol, jika ingin melangsungkan pernikahan yang baru maka harus bercermin dari pengalaman yang sudah lalu.

Sehingga pasangan pengantin janda dan duda ini, dapat membuka lembaran baru dengan melewati tujuh pintu tersebut.

 BACA JUGA:Unik! Ini 6 Tradisi Orang Jawa Sambut Bulan Rajab

Menariknya lagi, pernikahan dilangsungkan hanya malam hari di tanah lapang. Pengantin mengenakan pakaian adat Banjar. Disiapkan pula piduduk yang mirip “sesajen” berupa beras ketan, telur, kelapa, wangi-wangian, dan lainnya yang dimaksudkan untuk mendapatkan restu dari orang-orang terdahulu.

Pengantin pria biasanya diarak dengan obor yang dibuat mirip atap rumah atau gunung api yang dimaksudkan agar rumah tangganya nanti bisa kokoh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement