MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau pelaku usaha biro perjalanan wisata pengelola fast boat atau kapal cepat di Bali agar mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas musibah tenggelamnya Kapal Kebo Iwa Express di Perairan Ketewel, Kabupaten Gianyar, Bali, yang membawa 23 wisatawan mancanegara (wisman) dari Pelabuhan Maruti di Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur di Denpasar pada Selasa, 3 Januari 2023.
“Kita juga harus perhatikan kelengkapan alat keselamatan dan kelayakan kapal fast boat sesuai standar. Standar keselamatan pelayaran kami koordinasikan dengan Kementerian Perhubungan,” ujar Sandiaga Uno mengutip Antara.
Sebagai Anggota Konvensi Internasional tentang Standar Keselamatan Pelayaran di Laut, Indonesia, kata dia, harus menjunjung tinggi aturan keselamatan transportasi wisata dan penyelenggaraan berwisata yang aman dan nyaman.
“Pemerintah daerah, asosiasi, dan pengguna transportasi wisata diharapkan ikut membantu pengawasan, pengecekan berkala terhadap unit transportasi. Perhatikan perizinan yang ada, jumlah penumpang di laut-darat-udara tak melebih kapasitas, perhatikan imbauan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), dan tentunya CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) bagi pengelola, penyelenggara, dan pendukung kegiatan pariwisata yang menjadi acuan kita untuk tingkatkan kepercayaan pengguna,” ungkap Sandiaga.
Pada 26 Desember 2022 Menparekraf telah menerbitkan Surat Edaran terkait keselamatan transportasi wisata serta penyelenggaraan berwisata yang aman,nyaman, dan menyenangkan di daya tarik wisata.
Ia juga mengingatkan pelaku perjalanan wisata dan pengelola destinasi wisata agar memperhatikan dengan seksama keselamatan dari para pengemudi transportasi wisata dan wisatawan.