ALASAN kenapa disebut Gunung Tangkuban Perahu menarik diulas. Tempat wisata ini terletak 30 km sebelah utara kota Bandung ke arah Lembang.
Ini adalah satu-satunya kawah di Indonesia yang dapat Anda kendarai sampai ke tepiannya. Gunung Tangkuban Perahu memiliki bentuk yang khas, terlihat seperti 'perahu terbalik'. Di sini Anda akan disambut asap belerang yang terus dipancarkan kawah meski gunung berapi tersebut tidak aktif.
Dalam ini ada alasan kenapa disebut Gunung Tangkuban Perahu yakni pada zaman dahulu kala seekor babi tengah melintas di sebuah hutan belantara.
Babi hutan itu sedang merasa kehausan di tengah panasnya terik matahari. Pada saat dia mencari-cari mata air, dia melihat ada air yang tertampung di pohon keladi hutan.
Segera diminumnya air itu untuk melepas dahaga. Tanpa disadarinya air itu adalah air seni Raja Sungging Perbangkara. Karena kesaktian Raja Sungging Perbangkara, babi hutan itu pun mengandung setelah meminum air seninya. Sembilan bulan kemudian si babi hutan melahirkan seorang bayi perempuan.
(Foto: Instagram/@ray_agungp)
Raja Sungging Perbangkara mengetahui perihal adanya bayi perempuan yang terlahir karena air seninya itu. Ia pun pergi ke hutan untuk mencarinya. Ditemukannya bayi prempuan itu. Ia pun memberinya nama Dayang Sumbi dan membawanya pulang ke istana kerajaan.
Dayang Sunbi tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik wajahnya. Serasa tak terbilang jumlah raja, pangeran dan bangsawan yang berkehendak memperistri anak perempuan Raja Sungging Perbangkara itu.
Namun, semua pinangan itu di tolak Dayang Sumbi dengan halus. Sama sekali tidak diduga oleh Dayang Sumbi, mereka yang ditolak pinangannya itu saling berperang sendiri untuk memperebutkan dirinya.
Dayang Sumbi sangat bersedih mengetahui kenyataan bahwa para pangeran, raja dan bangsawan yang ditolaknya saling melakukan peperangan. Ia pun memohon kepada Raja Sungging Perbangkara untuk mengasingkan diri. Sang Raja akhirnya mengizinkan anaknya tersebut untuk mengasingkan diri.