IMLEK atau tahun baru Imlek, merupakan perayaan orang Tionghoa yang di Indonesia biasanya diperingati setiap tanggal 22 Januari. Beberapa hal yang cukup identik atau kerap ditemui saat Imlek antara lain seperti kue keranjang, barongsai, baju Cheongsam, angpao, lampion dan lain sebagainya.
Bahkan saat Imlek, orang-orang kerap membagikan angpao dan telah menjadi tradisi dari kehidupan masyarakat Tionghoa. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan saat Imlek, kira-kira apa ya makna angpao saat perayaan Imlek, ini? Berikut adalah penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Tradisi pemberian angpao sendiri ternyata telah berlangsung lama. Di Tiongkok, angpao ditemukan pertama kali pada masa dinasti Han. Pada masa tersebut sebagian besar angpao menggunakan uang tembaga yang memiliki lubang pada bagian tengahnya , dan uang tembaga yang memiliki lubang segiempat di bagian tengah.
Pada uang tembaga yang berlaku pada masa dinasti Han itu, pada bagian depan uang ditemukan kata-kata seperti : “ qu yang chu xiong “ (menghilangkan bencana dan hal hal yang tidak baik), “ fu shan shou hai “ ( semoga berbahagia dan panjang usia ),
“chang ming fu gui “ ( panjang usia, kaya, berkedudukan tinggi ), “ qiang shen jian ti “ (semoga sehat selalu ), dan sebagainya.
Pada masa republik, penggunaan uang tembaga berlubang bundar dan segiempat telah dihapus, dan diganti menggunakan kertas. Sebelumnya generasi senior menggunakan kertas berwarna merah untuk membungkus uang tembaga bernilai 100 wen yuan, 11 untuk dijadikan angpao. Hal tersebut mengandung makna “chang ming bai sui “ ( panjang usia ).
Setelah alat pembayaran diganti dengan uang kertas, generasi senior lebih suka menggunakan uang kertas baru dengan nomor seri berurutan, untuk diberikan pada generasi muda. Hal ini mengandung makna : “ lian lian hao yun “ (semoga terus bernasib baik ), “ lian lian gao sheng “ ( semoga terus mengalami peningkatan dalam pekerjaan ).
Tradisi angpao yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa melambangkan berbagai pengharapan, misalnya : menekan kekuatan jahat, mengusir penyakit, menghindari hal yang sesat, mengharapkan kebahagiaan, dan sebagainya.12 Seluruhnya merupakan pengharapan yang baik dari generasi senior pada generasi muda.
BACA JUGA:Ini Alasan Kenapa Menjelang Tahun Baru Imlek Sering Turun Hujan
Berbagai Istilah Angpao
Ternyata untuk menyebut angpao ini terdapat beberapa cara penyebutan dengan definisi yang sama yang telah ada sejak zaman dahulu dan masih digunakan hingga saat ini. Seperti
-Hong Bao, Istilah Angpao berasal dari bahasa daerah Hokkian atau Fujian (Tiongkok Selatan), sedangkan istilah bahasa Tionghoa dari angpao adalah ‘hong bao’. Dimana hong berarti merah, dan bao berarti bungkus atau amplop. Yang kemudian dapat disimpulkan bahwa hong bao adalah amplop yang terbuat dari kerta berwarna merah dan berisi uang.
-Ya Sui Qian dan Ya Sui Qian, merupakan istilah khusus untuk angpao yang diberikan pada Tahun Baru Imlek. Jika dilihat dari arti harafiahnya ya artinya menekan. sui artinya makhluk jahat, qian artinya uang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ya sui qian adalah uang yang diberikan pada Tahun Baru Imlek untuk ‘menekan kekuatan jahat.’
-Li shi juga merupakan salah satu istilah dari angpao. Istilah ini banyak digunakan di daerah Tiongkok Selatan, seperti daerah Hongkong, Guangdong, dan sekitarnya. Bila dilihat dari arti harfiah kata li shi, li berarti keuntungan atau berjalan lancar, Shi berarti bisnis.
Penggunaan istilah li shi mengandung makna bahwa pihak pemberi angpao mengharapkan supaya kehidupan anak yang menerima angpao bisa berjalan dengan selamat dan lancar (shun shun li li ).
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.