VIRAL di media sosial Tikto seorang wanita curhat jika ia telah diselingkuhi suaminya. Namun hal yang lebih menyakitkan, sang suami selingkuh dengan ibu kandungnya sendiri
Perempuan yang diselingkuhi oleh suaminya sendiri tersebut membagikan kisahnya melalui media sosial TikTok. yang memperlihatkan perjuangan dirinya dengan sang suami.
Melalui akun norma_risma, ia menjelaskan, ia tak menyangka kalau hubungan suaminya dengan perempuan yang sudah melahirkannya (ibu) itu masih berlanjut.

"Liat deh, ini 3 hari sebelum kejadian kamu kegep lagi berzina sama dia. Kita baik baik aja, kok kamu tega nyakitin aku begini? Mangkanya aku tuh blank gak percaya pas denger kabar kalo kamu kegep dan sampai kabur. Berarti selama 5 tahun ini aku cinta sendirian?," katanya.
Selain itu sang suami juga pernah berselingkuh dengan PSK dengan mem-booking online wanita penjaja cinta.
Lalu kenapa seseorang bisa gemar berselingkuh menurut neurosains?
1. Kecanduan euforia cinta
Pengalaman indah jatuh cinta dan tergila-gila dengan seseorang tidak bertahan selamanya. Ahli saraf menemukan setelah enam bulan hingga dua tahun, rasa cinta yang menggebu-gebu berubah menjadi cinta dan komitmen yang lebih dalam atau keputusan untuk berpisah dan melepaskan diri.
Banyak terapis pasangan mengatakan perselingkuhan terjadi karena orang salah mengira kurangnya intensitas dan euforia sebagai tanda mereka telah putus cinta. Kurangnya euforia ini dapat mendorong seseorang untuk mencari pasangan lain untuk mencoba menciptakan kembali intensitas cinta yang tinggi. Bagi sebagian orang, kebutuhan untuk merasakan aliran cinta baru membuat mereka terus mencari hubungan di luar nikah.
BACA JUGA:Mengenal Oedipus Complex, Kondisi Pria yang Viral Kedapatan Selingkuh dengan Ibu Mertua
2. Kehilangan sirkuit kontrol diri
Sirkuit kontrol diri adalah sistem penyeimbang antara bagian otak limbik yang memotivasi untuk mencari aktivitas yang menyenangkan dan bagian otak korteks prefrontal (PFC) yang membuat seseorang berpikir dua kali sebelum terlibat dalam perilaku berisiko, seperti perselingkuhan.
Ketika sirkuit kontrol diri seimbang, kontrol impuls memadai menghentikan seseorang dari berselingkuh. Namun, ketika aktivitas PFC rendah, terjadi ketidakseimbangan yang menyebabkan seseorang menyerah pada keinginan impulsif tanpa memikirkan konsekuensinya.
Studi pencitraan otak menunjukkan orang dengan aktivitas rendah di PFC lebih mungkin untuk bercerai.