Kondisi seorang janda menjadi sangat berat ketika masyarakat mulai mendikte mereka. Janda menjadi bahan gossip mulai dari yang mereka kenakan dan lakukan. Bentuk gunjingan seperti ini menambah stigma negatif tentang janda di tengah masyarakat.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) janda memiliki arti wanita yang tidak bersuami lagi karena bercerai ataupun karena ditinggal mati suaminya.

Istilah janda dalam KBBI merupakan ungkapan netral. Sampai masyarakat secara tidak langsung menekankan wanita harus memiliki pasangan.
Sehingga wanita yang berpisah dari suaminya dinilai sebagai janda genit atau pelakor. Konotasi negatif terus dialamatkan kepada wanita berstatus janda.
Beban seorang janda bertambah saat mereka memiliki anak. Mereka harus berperan sebagai ayah, ibu, dan seorang manusia biasa. Peran dan beban ganda yang mereka pikul menimbulkan ketidakadilan.