INI arti di balik tanda merah putih biru pada barbershop menarik diulas. Ternyata, ada makna di balik warna dalam menggambar tempat potong rambut atau cukur bagi pria.
Sebab, bisa saja memiliki sejarah agak mengerikan dan mungkin mengejutkan Anda. Tanda dengan warna merah, putih, dan kadang biru tersebut memiliki sebuah makna yang tersembunyi.
Ini arti di balik tanda merah putih biru pada barbershop adalah menggambarkan tukang cukur yang serba bisa baik dalam memotong rambut atau membedah seseorang.

Dilansir dari Readersdigest, pada abad pertengahan, para profesional dikenal sebagai tukang cukur-ahli bedah, yang memang terdengar seperti itu. Mereka tidak hanya ada di sana untuk meotong rambut melainkan juga akan melakukan operasi kecil, mencabut gigi, dan mengamputasi anggota badan.
Bahkan saat itu, orang tahu ada batas untuk pertumpahan darah, jadi tukang cukur akan menghentikan pendarahan dengan kain putih. Mereka mengikat handuk itu ke tiang dan menggantungnya di luar toko.
Beberapa handuk tetap berlumuran darah bahkan setelah dicuci, jadi sudah biasa melihat tiang putih dan merah berputar-putar tertiup angin dikarenakan menggambarkan kain yang dipakai saat melakukan operasi.
Untuk barbershop, tiangnya bergaris putih, biru, dan merah. Sementara ahli bedah bergaris merah dan putih.
Banyak yang menafsirkan, jika warna dari tiang barbershop memiliki arti. Putih menggambarkan perban (yang dulu digunakan untuk mengobati pasien), merah berarti darah, dan biru untuk urat pembuluh vena.
Sementara bulatan di atas tiang menggambarkan baskom untuk menyimpan lintah yang dulu digunakan untuk membersihkan darah kotor. Sedangkan bulatan di bawah diasumsikan untuk menampung darah.
Pemilihan bentuk yang menyerupai tongkat pada tanda barbershop juga merupakan simbol dari alat berupa tongkat yang digunakan pada masa lalu untuk mengambil darah. Jadi sebenarnya walaupun lucu dan berwarna-warni, tanda melingkar di depan barbershop sebenarnya memiliki makna yang menjelaskan sejarah profesi mereka dengan operasi dan hal yang mereka lakukan di masa lalu.
(RIN)
(Kemas Irawan Nurrachman)