Dokter mengatakan, ternyata wanita tersebut melakukan oral seks bersama sang suami.
"Secara retrospektif, baik suami atau pun sang istri diketahu telah melakukan fellatio (bahasa Latin yang berarti oral seks),” tulis tim dokter dalam laporannya.
Dokter menambahkan, pasangan suami istri itu mengingat jelas bahwa kondom yang mereka gunakan memang kendur.
“Mereka bisa mengingat bahwa kondom sudah mengendur selama oral seks tersebut, dan pada saat itu, wanita tersebut juga sempat bersin atau batuk,” jelas tim dokter.
Dari catatan tim dokter dalam laporan tersebut, mereka menilai keterlambatan diagnosis yang terjadi salah satunya mungkin karena pasangan suami istri tersebut ragu-ragu untuk mengungkapkan apa yang telah terjadi karena tak menyangka ada hubungan antara batuk dengan menghirup kondom.
Selain itu, jika dilihat secara medis, kondom dengan konsistensinya yang lembut, elastis dan kenyal dan akhirnya mengendap di paru-paru, kemungkinan mengeluarkan beberapa sekresi, yang menyebabkan keterlambatan gejala yang bisa dilihat oleh tim medis.
Kini, setelah sudah dikeluarkan dari paru-parunya, sang wanita diharapkan sudah bisa sembuh. Meski masih ada potongan kecil kondom tertinggal di paru-parunya karena robek. Sehingga kemungkinan ia masih harus menjalani tindakan bronkoskopi lebih lanjut.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.