TUBUH yang kuat memiliki organ tubuh yang sehat. Oleh karena itu kita perlu merawat organ tubuh agar sehat selalu.
Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) mendefinisikan batu saluran kemih sebagai pembentukan batu di saluran kemih yang dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan gejalanya. Batu saluran kemih atau dalam bahasa ilmiahnya Urolithiasis menghambat peredaran yang berasal dari ginjal hingga uretra.

dr Pebrian Jauhari Sp. U, Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospital Mataram menjelaskan, terdapat etiologi pada batu saluran kemih, antara lain gangguan saluran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan idiopatik.
Menurut dr Pebrian Jauhari, etiologinya pun memiliki faktor resiko herediter yang dapat terdiagnosis pada rentang usia 30-50 tahun dan dengan perbandingan resiko 3:1 antara laki-laki dan perempuan.
BACA JUGA:Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Ombudsman Desak Menkes dan Kepala BPOM Tanggung Jawab
dr Pebrian Jauhari mengatakan, etiologinya pun memiliki faktor resiko herediter yang dapat terdiagnosis pada rentang usia 30-50 tahun dan dengan perbandingan resiko 3:1 antara laki-laki dan perempuan. "Berbeda dengan Teori Inhibitor yang mengatakan bahwa terbentuk atau tidaknya batu yang ada di dalam batu kemih ditentukan oleh keseimbangan antara zat pembentuk batu dan inhibitor yang dapat terhambat dan mengganggu turun laju reaksi. Teori Inhibitor antara lain batu ginjal, batu ureter dan batu buli."