"Jadi, ketika satu kopi ikut serta dalam ajang Cup of Excellence, bukan hanya menaikkan nilai dan produksi kopi tersebut, tapi juga memastikan terciptanya sustainability buyer. Namun yang terpenting, kopi Indonesia dapat diakui di level internasional," papar Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, dalam keterangan resminya, Senin (19/12/2022).
Ketika kopi sudah masuk ke pasar lelang, lanjut Daryanto Witarsa, kemungkinan pembeli akan lanjut bertransaksi dengan petani kopi sangat amat besar. Hal tersebut terjadi pada petani di Aceh dengan nama Kopi Gayo Aceh.
Kopi tersebut laku keras dibeli perusahaan Jepang. Lalu, di tahun ini perusahaan tersebut datang langsung ke petani di Aceh untuk beli lagi.
"Ini artinya kompetisi COE memberi efek positif ke petani kopi. Dengan kata lain, kopi Indonesia berhasil merebut pasar Internasional karena kualitasnya sudah diakui dunia," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)