Dulu saya ditunjuk jadi jubir beliau tapi belum masuk ke Gerindra, 2015 masuk ke Gerindra sekaligus dapat tugas karena waktu itu DKI Jakarta lagi persiapan buat pilkada. Beliau meminta saya jadi calon gubernur,” cerita Sandi.
Tak ditampik, saat itu Sandi mengaku dirinya sempat ragu karena merasa tak memiliki banyak ilmu dan pengalaman di dunia politik. Keresahan ini pun Sandi akui ia utarakan kepada Prabowo kala itu.
“Terus beliau bilang, sudah ini kamu sudah dapatkan karunia, rezeki melimpah, Indonesia jadi ladang memupuk aset ini, dan sudah saatnya berkontribusi balik. Saya bilang ini DKI, susahlah dan singkat cerita dia perintahkan harus turun. Akhirnya 2016 saya konsultasi juga ke raja (Rhoma Irama) karena ingin mengetahui pandangan masyarakat betawi,” jelasnya.
Ayah tiga anak itu menceritakan saat malam pencalonan gubernur DKI Jakarta, dia sempat mendapat sambungan telepon dari Jusuf Kalla terkait usulan untuk bermitra dengan Anies Baswedan. Dia mendapat tawaran untuk menjadi calon Wakil Gubernur dan Anies Baswedan sebagai calon Gubernur.
BACA JUGA:3 Cara Ciptakan Batasan yang Sehat dalam Sebuah Hubungan
BACA JUGA:Pentingnya Peluk Anak ketika Menangis untuk Perkuat Bonding Ibu-Anak