Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Harus Berakhir Persekusi, Ini 5 Cara Menghadapi Pelaku Pelecehan Seksual

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |15:45 WIB
Tak Harus Berakhir Persekusi, Ini 5 Cara Menghadapi Pelaku Pelecehan Seksual
Ilustrasi cara menghadapi pelaku pelecehan seksual. (foto: Istimewa)
A
A
A

BARU-BARU ini sebuah video seorang pria ditelanjangi yang diduga terjadi di sebuah kampus di Depok, Jawa Barat, viral di media sosial. Pria itu dipersekusi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi.

Dalam narasi video viral tersebut dituliskan bahwa pria itu dipersekusi karena diduga melakukan melecehkan terhadap seorang mahasiswi di lingkungan kampus. Kejadian pelecehan diduga terjadi pada 2 Desember. Sementara peristiwa persekusi diduga terjadi pada Senin, 12 Desember 2022.

 pelecehan seksual

Terkait kasus pelecehan yang dilakukan pria yang dipersekusi disebut telah berakhir damai. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, kasus pelecehan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Berkaca dari kasus pelecehan seksual yang akhir-akhir ini masih kerap terjadi, lantas bagaimana menghadapi para pelaku pelecehan seksual selain harus melakukan persekusi?

1. Melawan intimidasi dari pelaku

Mengintimidasi adalah salah satu trik pelaku pelecehan seksual untuk menekan kondisi emosional korban agar ia menurut. Baik itu dalam bentuk amarah, melakukan kekerasan, atau bahkan mengancam mengakhiri hubungan jika pelakunya adalah pasangan Anda sendiri.

Cara menghadapi pelaku pelecehan seksual yang menggunakan cara ini adalah dengan bersikap tegas. Namun, pastikan bahwa suasana sekitar tidak memungkinkan pelaku untuk melakukan tindak kekerasan.

Jika sekiranya ada yang dapat Anda mintai bantuan, lawanlah intimdasinya dengan tegas. Jika pelaku justru berbalik menuduh tanpa bukti, bantah tuduhan tersebut dengan tegas dan jangan takut. Hal ini akan membantu Anda menghadapi pelaku pelecehan dengan lebih baik.

2. Membekali diri dengan pendidikan seksual

Pelaku pelecehan seksual umumnya akan mendoktrin korbannya bahwa yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar. Ini merupakan salah satu trik pelaku agar korban berpikir bahwa pelecehan seksual tersebut bukan menjadi masalah yang serius bagi orang-orang.

Hal ini tentu sangat berbahaya, terlebih bagi korban yang tidak memiliki pendidikan seksual yang kuat. Orang-orang yang terjebak dalam situasi ini akan terus memaklumi perbuatan pelaku tanpa menyadari bahwa dirinya adalah korban pelecehan seksual.

Karena itu, bekali diri Anda dengan pendidikan seksual. Setidaknya dengan hal-hal dasar seperti bagian tubuh yang bersifat pribadi, segala aktivitas seks harus didasari persetujuan, dan berbagai macam perilaku yang tergolong pelecehan seksual.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement