3. Tidak tergiur dan menolak segala bentuk iming-iming dari pelaku
Pelaku pelecehan seksual juga kerap menggunakan trik satu ini. Tujuannya, agar bisa menjadi pembelaan saat terbukti bersalah. Mereka membela diri dengan alasan tidak pernah mengancam korban.
Korban bisa diming-imingi uang, jabatan, atau hubungan. Korban hanya bisa berharap pelecehan akan berakhir begitu ia memperoleh apa yang dijanjikan pelaku. Sayangnya, pelaku biasanya malah bertindak lebih jauh lagi.

Sebaiknya waspada terhadap iming-iming dan janji yang tidak logis. Ingatlah bahwa semua hal yang Anda terima dari pelaku akan berbalik menjadi senjatanya saat ia terbukti bersalah.
4. Hindari tempat atau kondisi yang berbahaya
Bak musang berbulu domba, pelaku pelecehan seksual bisa saja melakukan trik ini dengan berpura-pura terlihat baik, ingin menolong, atau membutuhkan bantuan sehingga korban mau mengikuti mereka.
Begitu berada di wilayah kekuasaannya, barulah pelaku melancarkan aksinya. Beberapa pelaku bahkan berbuat lebih nekat lagi dengan menyergap korban secara langsung.
Cara terbaik menghadapi pelaku pelecehan dalam situasi seperti ini adalah dengan mencegahnya. Jangan lengah terhadap permintaan tak biasa, sekalipun orang yang memintanya adalah teman Anda. Saat bepergian seorang diri, hindari tempat yang berpotensi menjadi lokasi tindak kejahatan.