3. Prolaps tali pusar: Mengingat tali pusat atau tali pusar adalah garis hidup kritis yang menghubungkan bayi dan ibu. Pada persalinan normal, bayi melewati jalan lahir terlebih dahulu dan diikuti oleh tali pusat dan plasenta. Prolaps terjadi saat tali pusat vital turun ke dalam pembukaan serviks terlebih dahulu dan berakhir di depan bayi saat memasuki jalan lahir.
Hal ini sangat berbahaya karena saat kepala bayi terdorong ke bawah, ia akan menekan tali pusar ke panggul atau dinding jalan lahir. Terjepitnya atau kompresi tali pusat inilah yang bisa membatasi atau bahkan memutus suplai oksigen bayi yang diberikan sang ibu. Tali pusat semakin tertekan saat kontraksi persalinan ibu terus mendorong bayi ke bawah.
4. Korioamnionitis: Jenis komplikasi selama kehamilan, ada infeksi bakteri dari ibu menginfiltrasi cairan ketuban dan/atau selaput janin. Infeksi biasanya berasal dari area vagina ibu dan menyebar ke atas ke dalam rahim. Meski infeksi ibu selama kehamilan cukup umum, korioamnionitis adalah jenis infeksi ibu yang langka, hanya ditemukan pada 2 persen kehamilan dan jauh lebih berbahaya, sebab korioamnionitis bisa berisiko membuat janin dalam bahaya yang signifikan.
5. Makrosomia janin: Alias bayi yang ukurannya terlalu besar untuk bisa dilahirkan lewat persalinan normal karena bisa tersangkut di jalan lahir. Secara definisi klinis makrosomia janin berbeda, tetapi setiap bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram dianggap makrosomik janin. Makrosomia janin yang tidak terdiagnosis adalah komplikasi yang berpotensi berbahaya. Saat bayi terjebak di jalan lahir saat melahirkan, bayi bisa berisiko kekurangan oksigen, yang dapat menyebabkan cedera otak besar.
BACA JUGA:Sederet Masalah Kesehatan yang Bisa Bikin Air Seni Berbau Busuk
BACA JUGA:Pacaran Sama Fuckboy Bikin Mental Rusak, Apa Benar?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.