2. Memantau gejala: Gejala saat kita sakit bisa berkembang, dimulai hanya sebagai pilek bisa saja berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius, seperti bronkitis atau flu. Maka dari itu, penting untuk memonitor gejala yang dialami dari waktu ke waktu, dan skip olahraga saat Anda mulai merasa kondisi kesehatan lebih buruk dari sebelumnya. “Jika merasa tidak enak badan, olahraga berat dapat memperburuk gejala dan meningkatkan risiko komplikasi. Ini berpotensi benar-benar memperburuk kondisi,” ujar David Nieman, profesor biologi di Appalachian State University.
Jika kondisi tubuh memang memburuk, sebaiknya istirahat sampai gejalanya hilang, baru kemudian, secara bertahap kembali ke rutinitas. Kambuhnya sakit bisa menjadi hal biasa jika seseorang terlalu cepat dan terlalu keras memaksakan ingin cepat-cepat kembali beraktivitas.
3. Olahraga ringan saja: Jika yakin bahwa gejala flu yang dirasakan bisa ditangani dan memang masih ingin berolahraga, Dr. Woods merekomendasikan cukup olahraga ringan, contohnya latihan kardiovaskular intensitas sedang selama 30 hingga 45 menit setiap sesi.
Bisa juga, berjalan cepat selama 30 menit di luar atau berolahraga dengan dampak rendah, misalnya mengayuh sepeda statis. Hindari berolahraga berat, contohnya training ke gym. Jika saat olahraga merasa pusing, sesak di dada, atau nyeri saat berolahraga, ini adalah pertanda Anda untuk berhenti berolahraga.
BACA JUGA:Sering Alami Badan Pegal Setelah Olahraga? Ini Penyebabnya!
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.