Melihat pembengkakan matanya semakin parah dari hari ke hari, Anaya lalu memeriksakan diri ke rumah sakit, ia kemudian dirawat dan diberi obat melalui infus selama tiga hari. Selama di rumah sakit, Anaya juga melakoni pemeriksaan biopsi, mengambil dari salah satu bola matanya.
“Saya pada dasarnya hampir buta, dari kejauhan, sudah tidak bisa melihat ciri-ciri di wajah. Jika bola mata saya tidak ditato, saya tidak akan mengalami masalah ini,” ungkap Anaya.
Demi menyelamatkan penglihatannya, wanita satu ini akhirnya harus menjalani operasi mata. Meski pun masalah peradangannya akhirnya teratasi, cat tato di bola matanya disebutkan lebih lanjut sudah terlanjur berdampak serius pada penglihatan dan kesehatan matanya secara umum.
Dari keterangan dokter yang memeriksa Anaya, sang dokter menyebutkan perempuan itu berisiko tinggi terkena glaukoma dan Anaya sendiri mengakui kalau sekarang ini penglihatannya telah memburuk secara drastis.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.