Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bolehkah Wisatawan Beli Keris Asli sebagai Souvenir? Berikut Penjelasannya

Cita Zenitha , Jurnalis-Jum'at, 09 Desember 2022 |08:02 WIB
Bolehkah Wisatawan Beli Keris Asli sebagai Souvenir? Berikut Penjelasannya
Keris (Foto: Galeri Keris)
A
A
A

BOLEHKAH wisatawan bisa membeli keris asli sebagai souvenir? Tak sedikit wisatawan yang ingin membawa keris sebagai buah tangan usai berlibur.

Keris lekat kaitannya dengan nilai budaya Jawa. Eksistensi keris sesudah populer sejak abad ke-9 Masehi di Nusantara. Fungsi keris zaman dulu sebagai senjata untuk berperang dan benda untuk melakukan ritual.

Kini keris memiliki nilai lebih sebagai senjata berperang. Keris merupakan karya seni logam Nusantara. Nilai estetika keris membuat banyak orang tertarik. Banyak wisatawan berkunjung ke Jawa untuk mendapatkan keris sebagai souvenir.

BACA JUGA: Mengenal Nogo Runting, Keris Sakti Mandraguna Milik Prabu Siliwangi
Infografis Keris Aeng Tong Tong

Umumnya, keris asli terbuat dari dua jenis logam yaitu besi dan pamor (batu meteorit atau nikel). Sedangkan keris sebagai souvenir hanya terbuat dari besi atau logam yang dipanaskan. Setelahnya pengrajin akan membentuk besi atau logam tersebut menjadi keris.

Seorang pengrajin keris mengatakan ada empat jenis kering yang beredar di masyarakat. Pertama adalah keris souvenir, bentuk keris ini sangat sederhana dan hanya menonjolkan model dan keindahan saja. Keris ini tidak memiliki isi dan dapat dibuat oleh pengrajin keris tanpa empu keris.

Kedua ada keris ageman, empu keris membuat keris ini dengan menonjolkan sisi keindahan. Empu keris tidak melakukan upacara khusus untuk membuat keris ini.

Selanjutnya ada keris tayuban, untuk membuat keris tayuban seorang empu harus melakukan upacara khusus. Dengan begitu pemilik keris dapat menggunakan keris sesuai kebutuhannya. Di dalam keris tayuban juga terdapat tuah dari empu keris.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement