Tak hanya itu, Menkes juga mengungkap kalau setiap tahun dari 4,8 juta bayi lahir, sekitar 50 ribu bayi terlahir dengan penyakit jantung bawaan.
“Kemudian 40 persen dari 50 ribu bayi itu harus operasi jantung terbuka dalam satu tahun,” lanjut Menkes Budi.
Selain membutuhkan tenaga kesehatan seperti dokter spesialis jantung dengan jumlah yang memadai, persoalan biaya yang tinggi juga disoroti Menkes.
Mengutip laman resmi Sehat Negeriku, Selasa (29/11/2022) butuh anggaran setidaknya sampai Rp31triliun sampai untuk tahun 2027 agar bisa menjadikan 514 kabupaten/kota bisa melakukan operasi jantung.
Sementara, untuk tahap pertama, Kemenkes menyediakan anggaran Rp17,9triliun dan Rp13,1triliun di tahap 2.
Biaya besar memang familiar untuk penyakit jantung, mengingat penyakit jantung ini menjadi beban biaya negara yang terbesar. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021, pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sekitar Rp7,7 triliun.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.