INDONESIA layak dijuluki sebagai surganya kopi dunia. Sedikitnya ada 39 varian kopi special terbaik di Nusantara. Saat ini, Indonesia masih menduduki pengekspor kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia.
Kopi di Indonesia memang nikmat dan kualitasnya diakui dunia. Tiap daerah punya cita rasa kopi tersendiri.
Nah 7 jenis kopi nusantara beserta karakteristiknya, para coffee lovers wajib tahu :
Kopi Gayo
Sebagai pecinta kopi, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama kopi gayo. Kopi yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh ini ada dua jenis; Arabika dan Robusta.

Arabika Gayo diakui sebagai kopi terbaik di dunia dan banyak diekspor ke banyak negara, selain dikonsumsi di dalam negeri.
Kopi Gayo memiliki cita rasa pahit yang kuat, tapi tidak lekat di lidah setelah meminumnya. Selain itu aroma pada kopi ini juga sangat khas dan nikmat.
Kopi Lampung
Jika Gayo lebih mengandalkan arabika, Lampung justru sangat mengunggulkan kopi jenis robusta. Untuk karakteristiknya, kopi jenis ini mempunyai tekstur yang halus dari jenis kopi lainnya, namun rasanya sangatlah kuat dan pekat.
Hal ini terjadi karena kopi Lampung menggunakan metode dry processing dalam pengolahannya, dan diyakini sebagai asal mula cita rasa, tekstur halus, serta karakteristik yang kuat dan pekat di dalamnya.
Kopi Toraja
Kopi Toraja atau dengan nama lain Celebes Kalossi, adalah kopi asal Sulawesi Selatan yang menjadi favorit masyarakat benua Eropa. Dengan aroma yang sangat khas dan harum, dan tingkat keasaman yang rendah, membuat jenis kopi ini banyak disukai oleh banyak orang.
Hal tersebut bisa terjadi karena kopi Toraja di tanam di area pegunungan Sesean dengan ketinggian mencapai 1400 hingga 2100 pdpl. Terlebih lagi pohon-pohon kopi disana ditanam berdampingan dengan aneka tanaman rempah, sehingga tak heran jika kopi Toraja memiliki aroma rasa yang wangi dan khas.
Selain itu kopi ini juga memiliki keunikan dari rasanya yang cenderung floral dan fruity. Adapun dengan rasa kopi yang kuat dan sedikit kecut, meninggalkan aftertaste yang sangat unik di lidah.

Kopi Toraja
Kopi Jawa
Dalam produksinya, biji kopi Jawa umumnya menggunakan jenis Arabika dan dilakukan dengan metode wet processing, sehingga memiliki cita rasa yang tidak sekuat biji kopi lainnya. Namun kopi jenis ini justru banyak dinikmati sebagian orang yang tidak menyukai rasa kuat pada kopi.
Kopi ini justru memiliki rasa yang ‘seimbang’ di lidah. Tingkat keasaman yang medium dan kekentalan yang juga tidak terlalu pekat menjadi kenikmatan tersendiri dari jenis kopi lainnya, dimana ada semilir aroma rempah yang dihasilkan.