"Bagi saya, pakaian itu tidak punya jenis kelamin. Jadi, tidak ada salahnya yang namanya rok itu dikenakan oleh pria. Hal ini yang coba disampaikan lewat koleksi Iyonono," terangnya.

Ada 18 koleksi yang memanfaatkan kain perca tenun ikat Sikka yang dipadukan dengan material lain. "Kain sikka sudah kami terima dari Pendopo. Jadi, dari sana kami mulai memadukannya dengan identitas koleksi Iyonono," tambahnya.
Koleksi Iyonono ini punya daya tarik tersendiri. Bukan hanya potongan yang sangat kekinian, tapi juga konsep genderless dan rebel-look yang sangat kuat. Ini membuktikan sekali lagi bahwa wastra Nusantara sangat bisa dikombinasikan dengan material atau konsep busana di zaman manapun, termasuk di era modern seperti sekarang.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.